Jumat, 13 November 2015

TAYAMUM DALAM 4 MADZHAB

TAYAMUM DALAM 4 MADZHAB
Bagian 2

Apa Saja yang Sah Untuk Digunakan Bertayamum?
Madzhab Hanafi
Setiap benda suci yang muncul diatas permukaan bumi berupa tanah, pasir, batu dan sejenisnya walaupun tidak ada debu yang melekat.
Madzhab Maliki
Setiap benda suci yang muncul diatas permukaan bumi berupa tanah, pasir, batu dan sejenisnya walaupun tidak ada debu yang melekat.
Madzhab Syafi’i
Tidak sah kecuali dengan tanah yang suci, yang debunya melekat pada tangan. Tapi, boleh bertayamum dengan debu yang melekat pada sarung bantal, pakaian, tikar, dinding, dsb.
Madzhab Hanbali
Tidak sah kecuali dengan tanah yang suci, yang debunya melekat pada tangan. Tapi, boleh bertayamum dengan debu yang melekat pada sarung bantal, pakaian, tikar, dinding, dsb.

Jarak yang Diperintahkan Untuk Mencari Air Bagi Orang yang Meyakini Adanya Air.
Madzhab Hanafi
1 mil
Madzhab Maliki
2 mil.
Madzhab Syafi’i
6000 langkah
Madzhab Hanbali
Jarak yang dekat menurut kebiasaan.

Apabila seseorang lupa kalau dia membawa air dalam perbekalannya, lalu shalat dengan bertayamum. Apakah harus mengqadha’ shalatnya?
Madzhab Hanafi
Tidak wajib mengqadha’ shalat tersebut.
Madzhab Maliki
Dia harus mengqadha’ shalat tersebut ketika waktu shalat belum habis. Ketika ingat di luar waktu shalat, maka tidak diqadha’.
Madzhab Syafi’i
Dia harus mengqadha’ shalatnya baik ketika di dalam atau di luar waktu shalat.
Madzhab Hanbali
Dia harus mengqadha’ shalatnya baik ketika di dalam atau di luar waktu shalat.

Bila Ditemukan Air, Tayamum Masih Berlaku atau Tidak
Madzhab Hanafi
Masih berlaku tidak perlu berwudhu lagi
Madzhab Maliki
Tidak berlaku sehingga harus berwudhu
Madzhab Syafi’i
Tidak berlaku sehingga harus berwudhu
Madzhab Hanbali
Tidak berlaku sehingga harus berwudhu

Hukum Bertayamum Untuk Bersuci dari Najis.
Madzhab Hanafi
Tidak boleh
Madzhab Maliki
Tidak boleh
Madzhab Syafi’i
Tidak boleh
Madzhab Hanbali
Boleh

Tayamum Untuk Menunaikan Shalat padahal belum Masuk Waktunya
Madzhab Hanafi
Boleh
Madzhab Maliki
Tidak boleh
Madzhab Syafi’i
Tidak boleh
Madzhab Hanbali
Tidak boleh



Hukum Orang yang Tidak Mendapatkan Air dan Tanah Untuk Bersuci .
Madzhab Hanafi
Dia tidak shalat hingga ia mendapatkan air, kemudian mengqadha shalat tersebut.
Madzhab Maliki
Dia tidak shalat dan juga tidak mengqadha
Madzhab Syafi’i
Dia shalat sesuai dengan kondisinya dan mengulanginya jika mampu.
Madzhab Hanbali
Dia shalat sesuai dengan kondisinya dan tidak harus mengulangi menurut pendapat yang paling shahih dari dua riwayat.

Hukum Mengakhirkan Tayamum Hingga Akhir Waktu
Madzhab Hanafi
Disukai jika mempunyai harapan akan mendapatkan air.
Madzhab Maliki
Disukai mengakhirkan tayamum jika dia mempunyai harapan akan mendapatkan air. Jika tidak, maka disunahkan mendahulukannya
Madzhab Syafi’i
Mendahulukan adalah lebih utama, kecuali jika dia meyakini keberadaan air pada waktu itu
Madzhab Hanbali
Mengakhirkannya lebih utama dalam kondisi apapun.


Referensi Fikih Hanafi           
Al-Ikhtiyar Li Ta’Lil al-Mukhtar, Abdullah bin Mahmud bin Maudud al-Mushili
Nashbu Royah Ii Takhrij Ahadits al-Hidayah,  Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf bin Muhammad Az Zila’i al-Hanafi
Al-Mabsuth, Syamsudin As-Sarkhasi
Al-Fiqh al-Hanafi Fi Tsaubih al-Jadid, Abdul Hamid Mahmud Thahmaz
Referensi Fikih Maliki

Bidayat al-Mujtahid Wa Nihayat al-Maqashid, Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi Asy Syahir bi Ibnu Rusyd al-Hafid
Hasyiyah Ad Dasuqi ‘Ala Syarh al-Kabir, Muhammad bin Ahmad  Ad-Dasuqi
Al-Khulashoh al-fiqhiyah ‘ala al-madzhab as-saadah al-malikiyah, Muhammad Al’aroby al-Qorwi
Referensi Fikih Syafi’i
Raudhatu ath-Thalibin Wa Umdat al-Mutin, Abu Zakariya Yahya bin Syarafuin An-Nawawi
Nihayatul Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj, Syamsudin Muhammad bin Abul Abbas Ahmad bin Hamzah Syihabudin ar-Ramli
Al-Umm, Muhammad bin Idris  asy-Syafii
I’anat Ath Thalibin, al-Bakri Ad-Dimyathi al-Muthalibi
Mughni al-Muhtaj Ila Ma’rifat al-Fazh al-Minhaj, Muhammad bin Ahmad al-Khatib asy-Syarbini
Kifayat al-Akhyar Fi Hall Ghayat al-Ikhtishar, Taqiyudin Abi Bakr bin Muhammad al-Husaini
Referensi Fikih Hambali
al-Iqna’ I Fiqh al-Imam Ahamd bin Hanbal, Syarafudin Musa bin Ahmad bin Musa Abu an-Naja al-Hijawi
Al-Mughni Fi Fiqh al-Imam Ahmad bin HanbAl-Asy Syaibani, Abdullah bin Ahmad bin Qudamah al-Maqdisy
Al-Fiqh al-Hanbali al-Muyassar, Wahbah Zuhaily

Referensi Umum
Al-fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Wahbah  Zuhaily, 
Al-Fiqh Ala al-Madzahib al-Arba’ah, Abdurrahman al-Jazari
Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq


Tidak ada komentar:

Posting Komentar