Selasa, 01 November 2016

sejarah peradaban islam fakultas agama islam

Namam : Syaikhul Islam
Nim : 201510010311047
Jurusan : tarbiyah
1.       
Ø  makna social kuntowijoyo dalam khozin (2006: 14) mendefinisikan, “sejarah adalah rekonstruksi masa lalu”. Sejarah sebagai rekontruksi masa lalu tentu bukan untuk masa lalu itu sendiri, sebab itu atikuarianisme. Rekontruksi masa lalu adalah untuk berbagai kepentingan, artinya masa lalu itu di jadikan sebagai acuan untuk perencanaan di masa mendatang, dan di jadikan sebaga pelajaran. Contoh : adalah seorang pemimpin dalam mengambil keputusan ia harus menggunakan masa lalu agar tau bagaimana hasil keputusanya apabila iya memutuskan suatu perkara, contoh ke dua :  yaitu ketika seseorang ingin menggapai sebuah kesuksesan maka iya harus melihat kembali sejarah-sejarah para pendahulu yang sukses dan sebisa mungkin mengikuti nya.
2.
Ø  fungsi sejarah dalam pandangan al qur’an memiliki inti yang kongkrit yaitu sebagai pelajaran yang menyiapkan dan menata masa depan. Ada beberapa ayat dalam al-qur’an yang membahas fungsi sejarah dala al-qur’an yaitu pada tafsir al misbah surat yusuf ayan 111, dan ali imran 137.
لَقَدۡ كَانَ فِى قَصَصِہِمۡ عِبۡرَةٌ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ‌ۗ مَا كَانَ حَدِيثً۬ا يُفۡتَرَىٰ وَلَـٰڪِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِى بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يُؤۡمِنُونَ
Sungguh Kami telah mewahyukan kepadamu, Muhammad, kisah-kisah para Nabi, guna memantapkan hatimu dan sebagai petunjuk bagi pengikut-pengikutmu. Kisah-kisah itu berisikan pelajaran dan nasihat yang dapat menerangi orang-orang yang berakal dan menyadari bahwa al-Qur’ân itu benar. Cerita-cerita itu bukan dibuat-buat dan bukan merupakan dongeng. Kisah-kisah itu benar adanya dan merupakan wahyu yang menguatkan kebenaran kitab-kitab suci dan kebenaran nabi-nabi yang membawanya. Selain itu, kisah- kisah itu juga menerangkan persoalan-persoalan agama yang memerlukan penjelasan, menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang-orang yang beriman dengan tulus ikhlas, yang mau mengambil petunjuk dari al-Qur’ân itu.(tafsir al misbah)
3. 
Ø  pendidikan adalah menanamkan sesuatu kepada manusia. Arrtinya menanamkan di sini mengacu pada metode dan system,di mana pendidikan di sampaikan secara bertahap kepada penerima artinya ada tiga komponen dalam pendidika itu. Yaitu : proses, isi, dan penerima.
4.
Ø  sejarah mempunyai kedudukan unik di dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Meskipun sejarah termasuk sebagai salah satu dari ilmu-ilmu, sosial lainya itu masih dapat di bedakan. Lebih jelasnya di bawah ini
sejarah : masa lampau (past), temporal-spasial, diakronik, partikularistik, ideografik, terjadi sekali, tidak teratur, tidak dapat dieksperimen dan di uji ulang, tidak untuk meramal.
Ilmu-ilmu sosial : masa kini (present), atemporal-aspesial, sinkronik, nomotetik, generalistik, terjadi berulang-ulang (repetition), dapat di lakukan eksperimen dan di uji ulang, dapat untuk meramal atau di prediksikan

DAFTAR  PUSTAKA

Ø  Syamsudin,Helius.2007.metodologi sejarah. yogyakarta: ombakWertheim, W.F.1995.pendekatan sosiologis dalam historiografi Indonesia.jakarta;Gramedia Pustaka Utama2.
Ø  Khozin, 2006. Jejak-jejak Pendidikan Islam di Indonesia, Rekonstruksi Sejarah Untuk Aksi. Malang: UMM Press.

Ø  Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Islamic Education. The Keynote Address Delivered at the First World Conference on Muslim Education, 16. http://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2 (dikutip pada 01 November 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar