Namam : Syaikhul Islam
Nim : 201510010311047
Jurusan :
tarbiyah
1.
Ø makna social kuntowijoyo dalam khozin (2006: 14) mendefinisikan,
“sejarah adalah rekonstruksi masa lalu”. Sejarah sebagai rekontruksi masa lalu
tentu bukan untuk masa lalu itu sendiri, sebab itu atikuarianisme. Rekontruksi
masa lalu adalah untuk berbagai kepentingan, artinya masa lalu itu di jadikan
sebagai acuan untuk perencanaan di masa mendatang, dan di jadikan sebaga
pelajaran. Contoh : adalah seorang pemimpin dalam mengambil keputusan ia
harus menggunakan masa lalu agar tau bagaimana hasil keputusanya apabila iya
memutuskan suatu perkara, contoh ke dua : yaitu ketika seseorang ingin menggapai sebuah
kesuksesan maka iya harus melihat kembali sejarah-sejarah para pendahulu yang
sukses dan sebisa mungkin mengikuti nya.
2.
Ø fungsi sejarah dalam pandangan al qur’an memiliki inti yang
kongkrit yaitu sebagai pelajaran yang menyiapkan dan menata masa depan. Ada
beberapa ayat dalam al-qur’an yang membahas fungsi sejarah dala al-qur’an yaitu
pada tafsir al misbah surat yusuf ayan 111, dan ali imran 137.
لَقَدۡ كَانَ فِى
قَصَصِہِمۡ عِبۡرَةٌ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثً۬ا يُفۡتَرَىٰ وَلَـٰڪِن
تَصۡدِيقَ ٱلَّذِى بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةً۬
لِّقَوۡمٍ۬ يُؤۡمِنُونَ
Sungguh
Kami telah mewahyukan kepadamu, Muhammad, kisah-kisah para Nabi, guna
memantapkan hatimu dan sebagai petunjuk bagi pengikut-pengikutmu. Kisah-kisah
itu berisikan pelajaran dan nasihat yang dapat menerangi orang-orang yang
berakal dan menyadari bahwa al-Qur’ân itu benar. Cerita-cerita itu bukan
dibuat-buat dan bukan merupakan dongeng. Kisah-kisah itu benar adanya dan merupakan
wahyu yang menguatkan kebenaran kitab-kitab suci dan kebenaran nabi-nabi yang
membawanya. Selain itu, kisah- kisah itu juga menerangkan persoalan-persoalan
agama yang memerlukan penjelasan, menunjukkan kepada kebenaran dan kepada jalan
yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang-orang yang beriman dengan tulus
ikhlas, yang mau mengambil petunjuk dari al-Qur’ân itu.(tafsir al misbah)
3.
Ø pendidikan adalah menanamkan sesuatu kepada manusia. Arrtinya menanamkan
di sini mengacu pada metode dan system,di mana pendidikan di sampaikan secara
bertahap kepada penerima artinya ada tiga komponen dalam pendidika itu. Yaitu :
proses, isi, dan penerima.
4.
Ø sejarah mempunyai kedudukan unik di dalam rumpun ilmu-ilmu sosial.
Meskipun sejarah termasuk sebagai salah satu dari ilmu-ilmu, sosial lainya itu
masih dapat di bedakan. Lebih jelasnya di bawah ini
sejarah : masa lampau
(past), temporal-spasial, diakronik, partikularistik, ideografik, terjadi
sekali, tidak teratur, tidak dapat dieksperimen dan di uji ulang, tidak untuk meramal.
Ilmu-ilmu sosial : masa
kini (present), atemporal-aspesial, sinkronik, nomotetik, generalistik, terjadi
berulang-ulang (repetition), dapat di lakukan eksperimen dan di uji
ulang, dapat untuk meramal atau di prediksikan
DAFTAR PUSTAKA
Ø
Syamsudin,Helius.2007.metodologi
sejarah. yogyakarta: ombakWertheim, W.F.1995.pendekatan sosiologis dalam
historiografi Indonesia.jakarta;Gramedia Pustaka Utama2.
Ø Khozin, 2006. Jejak-jejak Pendidikan Islam di Indonesia,
Rekonstruksi Sejarah Untuk Aksi. Malang: UMM Press.
Ø Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Islamic Education. The
Keynote Address Delivered at the First World Conference on Muslim Education,
16. http://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2 (dikutip pada 01 November 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar