Selasa, 01 November 2016

PSIKOLOGI PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH SEMESTER
Dosen pengampu : Dra. Romlah, M.Ag




 









Disusun oleh :
Syaikhul Islam  
(201510010311047)

JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016

1.      Apa itu : (a)Pisikologi belajar ,( b) Tujuan dan ( c ) manfaat mempelajai pisikilogi belajar bagi guru atau calon guru dan peserta didik ?
Ø  Pisikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku sesorang baik secara fisikis ataupun psikis dalam belajarnya yang terjadi secara internal di dalam individu dalam usahanya memperoleh pengetahuan atau hubungan –hubungan baru .[1]
Ø  Adaun tujuan mempelajari psikologi belajar agar dapat mempelajari tingkah laku seseorang dalam belajarnya sebagai akibat dari proses pendidikan dan juga berusaha bagaimana suatu tingkah laku seharusnya diubah dan di bimbing melalui pendidikan [2]
Ø  Adapun mafaat pisikologi belajar bagi guru ,calon guru dan peserta didik   adalah pertama ,agar dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang garis –garis besar  studi psikologi pendidikan umumnya dan psikologi belajar dan mengajar khususnya dalam kaitannya dengan pekerjaan guru, Kedua ,agar dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang beberapa bentuk tingkah laku beberapa bentuk atau program pendidikan di sekolah yang terkait dengan beberapa permasalahan psikologis , ketiga ,agar dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pengaruh tingkah laku dan kepribadian guru terhadap tingkah laku dan perbuatan belajar para siswa .
Adapun .[3]

2.      Mengapa seseorang harus mengenal diri sendiri ,apa saja manfaat dan tujuan untuk mengenal diri sendiri apa saja, bagai mana cara untuk mengenal diri sendir ?
Ø  Tujuan Seseorang harus mengenal dirinya karena agar dapat mengetahui kapsitas pengahayatan dan anggapan terhadap dirinya sendiri dan orang lain serta mengetahui sikap dan perasaan – perasaan baik yang di sadari maupun tidak di sadari , yang ada pada seseorang tentang dirinya sendiri .[4]
Ø  Adapun manfaatnya adalah agar dapat memudahkan orang tersebut untuk berinteraksi dengan lingkungannya , terutama dalam pergaulannya dengan orang lain .[5]
Ø  Cara mengenal diri yaitu dengan cara mengetahui dan menghayati sifat,watak ,serta kepribadian yang ada pada diri seseorang tersebut baik secara sadar maupun tidak sadar sehingga memudahkan seseorang untuk bermuamalah dengan orang yang berada di sekitarnya .[6]
3.      Apa persamaan dan perbedaan antara watak ,kepribadian, dan tempramen ?
Ø  Perbedaan antara watak , kepribadian ,dan tempramen adalah Tempramen adalah sifat-sifat jiwa yang sangat erat hubungannya dengan konstitusi tubuh,watak  adalah struktur batin manusia yang tampak pada kelakuan dan perbuatannya ,yang tertentu dan tepat ,ia merupakan ciri khas dari pribadi orang yang bersangkutan . adapun kepribadian  adalah sesuatu yang menunjukan tentang individu yang berdiri sendiri terlepas dari individu yang lain , biasanya selalu dikaitkan dengan pola pola tingkah laku manusia yang berhubungan dengan norma-norma tentang baik dan buruk .[7]
Ø  Adapun persamaan antara watak , kepribadian , serta tempramen bisa dikatakan satu kesatuan yang merupakan bagian dari kepribadian ,watak juga bisa membentuk suatu kepribadian sedangkan tempramen merupakan suatu karakteristik dari pada sifat emosi yang terdapat didalam kepribadian dan watak .

4.      Apa itu belajar dan sebutkan ciri ciri utama dalam belajar ?
Ø  Belajar adalah  proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman indivive idu tersebut dalam interaksi dengan lingkungannya .[8]
Ø  Adapun ciri ciri belajar adalah menurut surya yang dikutip oleh muhibbin syah ( 2005 ) di antara yang menjadi ciri ciri perubahan yang khas yang menjadi karakteristik prilaku belajar yang terpenting antara lain[9] ;
a.       Perubahan intensional
b.      Perubahan positiv dan aktiv
c.       Perubahan efktif dan fungsional


5.      Jelaskan Prinsip prinsip dalam belajar ?
Ø  Prinsip –prinsip belajar sebagi berikut ;[10]
a.       Proses belajar ,dalam hubungan ini dikemukakan prinsip –prinsip belajar yang berkenan dengan tingkah laku yang di perkuat , ulangan untuk perbaikan ,pengaruh hukuman terhadap belajar ,nilai penghargaan terhadap transfer belajar pengalaman yang merangsang sebagai kondisi belajar ,kemajuan belajar dan hubungannya dengan tujuan yang hendak di capai .
b.      Kematangan , dalam hal ini terdapat sejumlah preposisi yang berkenan dengan pertumbuhan mental yang paling cepat terjadi antara masa bayi dan permulaan masa kanak kanak .selama masa pendidikan dasar anak anak senang melakukan kegiatan kegiatan yang energik .
c.       Perbedaan-perbedaan individual ,respon anak terhadap suatu situasi sekolah tidak ada yang sama karena adanya perbedaan perbedaan dalam banyak segi , perbedaan ini tidak hanya dalam prilaku ,tetapi juga terhadap tingkat perkembangan dan pertumbuhan serta tingkat potensinya .
d.      Tantangan ,bila tugas bersifat menantang anak anak akan berusaha melakuakan cara yang paling efektif.banyak siswa yang mengalami krisis ,kegagalan ,dan melemahkan dorongan atau keberanian di sekolah .
e.       Disiplin ,disiplin yang lebih permisif tentunya lebih baik karena merangsang inisiatife, bukan sebaliknya seperti kecemasan dan malu .demikian pula pengalman yang terlalu banyak menimbulkan frustasi akan mengurangi integritas kepribadian dan personalitas .
f.       Mata pelajaran ,dikemukakan bebrapa preposisi bahwa tidak ada mata pelajaran yang paling superior dalam pembentukan kekuatan mental , pelajaran yang di pelajari erat kaitannya dengan situasi yang akan digunakan kelak .
g.      Sikap, pilihan anak terhadap kelompok ,jenis bacaan dan sebagainya sesuai dengan pendapatnya .informasi baru lebih mudah diingat oleh anak bila “ nyekrup”dengan sikap yang telah dimiliki sebelumnya .


6.      Bagaimana pendapat anda dalam memandang peserta didik sebagai makhluk individu dan sosial yang memiliki seperangkat potensi ?
Ø  Dalam memandang peserta didik sebagai makhluk individu dan sosial dan agar proses pendidikan dan pembelajaran dapat berjalan dengan efektife hendaknya mengetahui berbagai potensi yang di miliki peserta didik tersebut adapun potensi yang dimiliki peserta didik antara lain[11] ;
a.       Bakat dan kecerdasan , keduanya merupakan pembawaan yang potensial untuk mengacu pada perkembangan akademis ( ilmiah )dan keahlian profesional dalam berbagai bidang kehidupan .
b.      Insting ( naluri ), merupakan suatu kemampuan berbuat tanpa melalui proses pembelajaran , juga merupakan kapabilitas yang mempunyai jenis jenis .
c.       Nafsu , yang meliputi nafsu lawwamah , nafsu ammarah ,nafsu birahi ,dan nafsu mutmainnah .
d.      Karakter ( watak asli ), merupakan kemampuan psikologi yang terbawa sejak lahir dan selalu terkait dengan tingkah laku ,moral ,sosial , dan etika seseorang .
e.       Hereditas atau keturunan , mmerupakan faktor menerima kemampuan dasar dari kedua orang tua sampai pada keturunanrutan lebih atas ,yang mengandung unsur psikologi dan filosofi .
f.        Instuisi , merupakan kemampuan psikologis seseorang untuk menerima ilham dari tuhan , secara tidak langsung , instuisi berfungsi untuk menggerakan hati nurani manusia yang paling dalam ke jalan yang benar , juga membimbing manusia ke arah perbuatan pada situasi khusus di luar kesadaran akal fikiran manusia , namun mengandung makna yang konstruktife bagi kehidupan dan penghidupan seseorang di dunia .

7.      Apa yang harus anda lakukan sebagai calon guru untuk mengembangkan minat baca peserta didik , minimal pada mata pelajaran sekolah ?
Ø  Yang dilakukan saya sebagi calon guru dalam dengan mengembangkan minat baca peserta didik adalah dengan cara mengetahui dan memahami sifat yang ada pada peserta didik baik secara psikis maupun fisikis terlebih dahulu , ,karena dengan memahmi pskologis seseorang peserta didik memudahkan seorang guru untuk mengembangkan minat baca terhadap peserta didik baik dari ranah kognitif ,afektife ,dan psikomotorik . Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif, ranah kejiwaan yang berada pada otak ini, dalam prespektif psikologis adalah sumber sekaligus pengendali ranah ranah kejiwaan lainnya ,yakni ranah afektif ,dan ranah psikomotorik , adapun caranya  untuk mengembangkan minat baca terhadap peserta didik adalah[12] ;
1)      dengan memberikan pemahaman terhadap peserta didik sejak dini  tentang pentingnya membaca sehingga termotivasi kepada peserta didik untuk membaca dan disinilah ranah afektif mulai berkembang karena jiwanya untuk membaca mulai tumbuh .
2)      disamping memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang pentingnya membaca ,alangkah baiknya kita sebagai guru memberikan keteladan terhadap peserta didik untuk membaca ,dan disinilah ranah psikomotorik mulai berkembang . 

8.      Apa yang harus anda lakukan sebagai guru dalam menghadapi ketiga kelompok siswa yang belajar ini ketika berlangsungnya pembelajaran di dalam kelas ?
Ø  Yang harus saya lakukan adalah pertama, agar tidak terjadi  diskriminatif terhadap peserta didik antara yang sudah bisa mengerjakan shalat ,pusa wajib dan sunah dan yang tidak bisa ,maka saya akan menyamaratakan pembelajarannya terlebih dahulu terhadap kamampuan mereka sehingga tidak timbul rasa angkuh terhadap peserta didik satu dengan yang lainya .kedua ,alangkah lebih baiknya setelah materi di sampaikan, yakni mempraktekan materi yang di sampaikan ,seperti shalat agar terlihat siapa yang bisa mengerjakan dan siapa yang tidak bisa mengerjakan , adapun puasa wajib dan sunnah , karena tidak bisa di berlakukan pada saat itu , maka saya akan mengumumkan dan  memberikan rewerd terhadap peserta didik yang melakukan puasa sunnah misalnya ,agar termotivasi kepada peserta didik yang lain untuk melakukan hal tersebut . ketiga memberikan motivasi dan pemahaman terhadap ganjaran orang yang melakuakn shalat ,puasa wajib dan sunnah ,sehingga peserta didik terdorong untuk melakukan hal tersebut .
9.      Model tipologi belajar yang bagaimana harus anda sarankan pada peserta didik tiga kelompok belajar ini ketika berlangsungnya belajar di rumah atau di sekolah , baik secara individual maupun kelompok ?
Ø  Model tipologi belajar yang harus di ajarkan oleh 35  peserta didik dengan bermacam macam kemampuannya antara lain[13] ;
a.       Untuk 10 sisiwa yang sudah melaksanakan shalat dan puasa wajib dan suunah ,model pembelajaran yang di tawarkan dengan cara visual ( belajar dengan cara melihat ) pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis ,kerena secara umum 10 siswa sudah melaksanakn dan mempraktekanya sehingga guru hanya menambahkan materi materi yang di jarkan saja .
b.      Adapun 10 sisiwa yang jarang melakukan shalat dan puasa sunnah dan wajib ,alangkah baiknya pembelajaran yang dilakukan cenderung  dengan cara kinestetik ( belajar dengan bergerak , bekerja ,dan menyentuh ) atau dengan cara praktek namun sebelum mempraktekan cara shalat dan puasa ,alangkah baiknya memberikan pengertian dahulu terhadap peserta didik tentang ganjaran ganjaran orang yang melakukan ibadah tersebut ,sehingga model pembelajarannya bisa langsung menalar kepada peserta didik, kerena bisa jadi peserta didik yang jarang mengerjakan shalat belum bisa dan  belum mengetahui ganjaran orang orang yang melakukan ibadah tersebut ,sehingga peserta didik termotivasi untuk melakukan ibadah tersebut dengan sungguh sungguh .
c.       Adapun 15 siswa yang belum mengerjakan shalat dan mendengarkan lagu lagu di HP ketika pembelajaran berlangsung , sudah jelas bahawa gaya belajar siswa tersebut cenderung dengan cara Auditory ( belajar dengan cara mendengar ) Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.





[1] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 84
[2] Mudzakir Ahmad ,1997 ,Pisikologi pendidikan untuk fakultas tarbiyah ,CV. Pustaka Setia , Hal 10
[3] Hamalik Oemar ,1992, Pisikologi belajar dan mengajar ,CV Sinar baru Bandung , Hal 1
[4] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 122
[5]Ibid , hal 125
[6] Ahmad sutrisno ,2004, pisikologi pendidikan , Gontor , Darussalam press  hal 22 - 23
[7] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 140-145
[8] Ahmad sutrisno ,2004, psikologi pendidikan , Gontor , Darussalam press  72
[9] Syah Muhibbin ,2005, psikologi belajar, jakarta , PT Raja Grafindo persada  hal 117-119
[10] Hamalik Oemar ,1992, Pisikologi belajar dan mengajar ,CV Sinar baru Bandung , Hal 8-10
[11] Romlah , 2010 ,  psikologi pendidikan , malang ,ummpress , hal 115-116
[12] Thorin ,2005,Psikologi pembelajaran pendidikan agama islam ,jakarta ,PT Raja Grafindo persada ,hal 48
[13] Uno, Hamzah B. 2012. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta. PT Bumi Aksara. Hal.181

Tidak ada komentar:

Posting Komentar