PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH
SEMESTER
Disusun
oleh :
Syaikhul Islam
(201510010311047)
JURUSAN
TARBIYAH
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG
2016
1. Apa itu : (a)Pisikologi belajar ,( b)
Tujuan dan ( c ) manfaat mempelajai pisikilogi belajar bagi guru atau calon
guru dan peserta didik ?
Ø Pisikologi belajar adalah ilmu yang mempelajari
tentang tingkah laku sesorang baik secara fisikis ataupun psikis dalam
belajarnya yang terjadi secara internal di dalam individu dalam usahanya
memperoleh pengetahuan atau hubungan –hubungan baru .[1]
Ø Adaun tujuan mempelajari psikologi
belajar agar dapat mempelajari tingkah laku seseorang dalam belajarnya sebagai
akibat dari proses pendidikan dan juga berusaha bagaimana suatu tingkah laku
seharusnya diubah dan di bimbing melalui pendidikan [2]
Ø Adapun mafaat pisikologi belajar bagi
guru ,calon guru dan peserta didik adalah pertama
,agar dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang garis –garis besar studi psikologi pendidikan umumnya dan
psikologi belajar dan mengajar khususnya dalam kaitannya dengan pekerjaan guru, Kedua ,agar dapat memiliki pengetahuan
dan pemahaman tentang beberapa bentuk tingkah laku beberapa bentuk atau program
pendidikan di sekolah yang terkait dengan beberapa permasalahan psikologis , ketiga ,agar dapat memiliki
pengetahuan dan pemahaman tentang pengaruh tingkah laku dan kepribadian guru
terhadap tingkah laku dan perbuatan belajar para siswa .
Adapun .[3]
2. Mengapa seseorang harus mengenal diri
sendiri ,apa saja
manfaat dan tujuan untuk mengenal diri sendiri apa saja, bagai mana cara untuk mengenal diri sendir ?
Ø Tujuan Seseorang harus mengenal dirinya
karena agar dapat mengetahui kapsitas pengahayatan dan anggapan terhadap
dirinya sendiri dan orang lain serta mengetahui sikap dan perasaan – perasaan
baik yang di sadari maupun tidak di sadari , yang ada pada seseorang tentang
dirinya sendiri .[4]
Ø Adapun manfaatnya adalah agar dapat
memudahkan orang tersebut untuk berinteraksi dengan lingkungannya , terutama dalam
pergaulannya dengan orang lain .[5]
Ø Cara mengenal diri yaitu dengan cara
mengetahui dan menghayati sifat,watak ,serta kepribadian yang ada pada diri
seseorang tersebut baik secara sadar maupun tidak sadar sehingga memudahkan
seseorang untuk bermuamalah dengan orang yang berada di sekitarnya .[6]
3. Apa persamaan dan perbedaan antara watak
,kepribadian, dan tempramen ?
Ø Perbedaan antara watak , kepribadian
,dan tempramen adalah Tempramen adalah
sifat-sifat jiwa yang sangat erat hubungannya dengan konstitusi tubuh,watak adalah struktur batin manusia yang tampak pada
kelakuan dan perbuatannya ,yang tertentu dan tepat ,ia merupakan ciri khas dari
pribadi orang yang bersangkutan . adapun kepribadian adalah sesuatu yang menunjukan tentang
individu yang berdiri sendiri terlepas dari individu yang lain , biasanya
selalu dikaitkan dengan pola pola tingkah laku manusia yang berhubungan dengan
norma-norma tentang baik dan buruk .[7]
Ø Adapun persamaan antara watak , kepribadian , serta tempramen
bisa dikatakan satu kesatuan yang merupakan bagian dari kepribadian ,watak juga
bisa membentuk suatu kepribadian sedangkan tempramen merupakan suatu
karakteristik dari pada sifat emosi yang terdapat didalam kepribadian dan watak
.
4. Apa itu belajar dan sebutkan ciri ciri
utama dalam belajar ?
Ø Belajar
adalah proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan
sebagai hasil dari pengalaman indivive idu tersebut dalam interaksi dengan
lingkungannya .[8]
Ø Adapun ciri ciri belajar adalah menurut
surya yang dikutip oleh muhibbin syah ( 2005 ) di antara yang menjadi ciri ciri
perubahan yang khas yang menjadi karakteristik prilaku belajar yang terpenting
antara lain[9]
;
a. Perubahan
intensional
b. Perubahan
positiv dan aktiv
c. Perubahan
efktif dan fungsional
5. Jelaskan Prinsip prinsip dalam belajar ?
Ø Prinsip –prinsip belajar sebagi berikut
;[10]
a. Proses belajar ,dalam
hubungan ini dikemukakan prinsip –prinsip belajar yang berkenan dengan tingkah
laku yang di perkuat , ulangan untuk perbaikan ,pengaruh hukuman terhadap
belajar ,nilai penghargaan terhadap transfer belajar pengalaman yang merangsang
sebagai kondisi belajar ,kemajuan belajar dan hubungannya dengan tujuan yang
hendak di capai .
b. Kematangan , dalam
hal ini terdapat sejumlah preposisi yang berkenan dengan pertumbuhan mental
yang paling cepat terjadi antara masa bayi dan permulaan masa kanak kanak
.selama masa pendidikan dasar anak anak senang melakukan kegiatan kegiatan yang
energik .
c. Perbedaan-perbedaan
individual
,respon anak terhadap suatu situasi sekolah tidak ada yang sama karena adanya
perbedaan perbedaan dalam banyak segi , perbedaan ini tidak hanya dalam prilaku
,tetapi juga terhadap tingkat perkembangan dan pertumbuhan serta tingkat
potensinya .
d. Tantangan ,bila
tugas bersifat menantang anak anak akan berusaha melakuakan cara yang paling
efektif.banyak siswa yang mengalami krisis ,kegagalan ,dan melemahkan dorongan
atau keberanian di sekolah .
e. Disiplin ,disiplin
yang lebih permisif tentunya lebih baik karena merangsang inisiatife, bukan
sebaliknya seperti kecemasan dan malu .demikian pula pengalman yang terlalu
banyak menimbulkan frustasi akan mengurangi integritas kepribadian dan
personalitas .
f. Mata pelajaran ,dikemukakan
bebrapa preposisi bahwa tidak ada mata pelajaran yang paling superior dalam
pembentukan kekuatan mental , pelajaran yang di pelajari erat kaitannya dengan
situasi yang akan digunakan kelak .
g. Sikap, pilihan
anak terhadap kelompok ,jenis bacaan dan sebagainya sesuai dengan pendapatnya .informasi
baru lebih mudah diingat oleh anak bila “ nyekrup”dengan sikap yang telah
dimiliki sebelumnya .
6. Bagaimana pendapat anda dalam memandang
peserta didik sebagai makhluk individu dan sosial yang memiliki seperangkat
potensi ?
Ø Dalam memandang peserta didik sebagai
makhluk individu dan sosial dan agar proses pendidikan dan pembelajaran dapat
berjalan dengan efektife hendaknya mengetahui berbagai potensi yang di miliki peserta
didik tersebut adapun potensi yang dimiliki peserta didik antara lain[11] ;
a. Bakat dan
kecerdasan
, keduanya merupakan pembawaan yang potensial untuk mengacu pada perkembangan akademis
( ilmiah )dan keahlian profesional dalam berbagai bidang kehidupan .
b.
Insting
( naluri ),
merupakan suatu kemampuan berbuat tanpa melalui proses pembelajaran , juga
merupakan kapabilitas yang mempunyai jenis jenis .
c.
Nafsu
, yang
meliputi nafsu lawwamah , nafsu ammarah ,nafsu birahi ,dan nafsu mutmainnah .
d.
Karakter
( watak asli ), merupakan kemampuan psikologi yang terbawa sejak
lahir dan selalu terkait dengan tingkah laku ,moral ,sosial , dan etika
seseorang .
e.
Hereditas
atau keturunan , mmerupakan faktor menerima kemampuan dasar dari
kedua orang tua sampai pada keturunanrutan lebih atas ,yang mengandung unsur
psikologi dan filosofi .
f.
Instuisi
,
merupakan kemampuan psikologis seseorang untuk menerima ilham dari tuhan ,
secara tidak langsung , instuisi berfungsi untuk menggerakan hati nurani
manusia yang paling dalam ke jalan yang benar , juga membimbing manusia ke arah
perbuatan pada situasi khusus di luar kesadaran akal fikiran manusia , namun
mengandung makna yang konstruktife bagi kehidupan dan penghidupan seseorang di
dunia .
7. Apa yang harus anda lakukan sebagai
calon guru untuk mengembangkan minat baca peserta didik , minimal pada mata
pelajaran sekolah ?
Ø Yang dilakukan saya sebagi calon guru
dalam dengan mengembangkan minat baca peserta didik adalah dengan cara
mengetahui dan memahami sifat yang ada pada peserta didik baik secara psikis
maupun fisikis terlebih dahulu , ,karena dengan memahmi pskologis seseorang
peserta didik memudahkan seorang guru untuk mengembangkan minat baca terhadap
peserta didik baik dari ranah kognitif ,afektife ,dan psikomotorik . Ranah
psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif, ranah kejiwaan yang
berada pada otak ini, dalam prespektif psikologis adalah sumber sekaligus
pengendali ranah ranah kejiwaan lainnya ,yakni ranah afektif ,dan ranah
psikomotorik , adapun caranya untuk
mengembangkan minat baca terhadap peserta didik adalah[12] ;
1) dengan memberikan pemahaman terhadap
peserta didik sejak dini tentang
pentingnya membaca sehingga termotivasi kepada peserta didik untuk membaca dan
disinilah ranah afektif mulai berkembang karena jiwanya untuk membaca mulai
tumbuh .
2) disamping memberikan pemahaman terhadap
peserta didik tentang pentingnya membaca ,alangkah baiknya kita sebagai guru
memberikan keteladan terhadap peserta didik untuk membaca ,dan disinilah ranah
psikomotorik mulai berkembang .
8. Apa yang harus anda lakukan sebagai guru
dalam menghadapi ketiga kelompok siswa yang belajar ini ketika berlangsungnya
pembelajaran di dalam kelas ?
Ø Yang harus saya lakukan adalah pertama, agar tidak terjadi diskriminatif terhadap peserta didik antara
yang sudah bisa mengerjakan shalat ,pusa wajib dan sunah dan yang tidak bisa
,maka saya akan menyamaratakan pembelajarannya terlebih dahulu terhadap
kamampuan mereka sehingga tidak timbul rasa angkuh terhadap peserta didik satu
dengan yang lainya .kedua ,alangkah
lebih baiknya setelah materi di sampaikan, yakni mempraktekan materi yang di
sampaikan ,seperti shalat agar terlihat siapa yang bisa mengerjakan dan siapa
yang tidak bisa mengerjakan , adapun puasa wajib dan sunnah , karena tidak bisa
di berlakukan pada saat itu , maka saya akan mengumumkan dan memberikan rewerd terhadap peserta didik yang
melakukan puasa sunnah misalnya ,agar termotivasi kepada peserta didik yang
lain untuk melakukan hal tersebut . ketiga
memberikan motivasi dan pemahaman terhadap ganjaran orang yang melakuakn shalat
,puasa wajib dan sunnah ,sehingga peserta didik terdorong untuk melakukan hal
tersebut .
9. Model tipologi belajar yang bagaimana
harus anda sarankan pada peserta didik tiga kelompok belajar ini ketika
berlangsungnya belajar di rumah atau di sekolah , baik secara individual maupun
kelompok ?
Ø Model tipologi belajar yang harus di
ajarkan oleh 35 peserta didik dengan
bermacam macam kemampuannya antara lain[13] ;
a. Untuk 10 sisiwa yang sudah melaksanakan
shalat dan puasa wajib dan suunah ,model pembelajaran yang di tawarkan dengan
cara visual ( belajar dengan cara melihat ) pengajaran
yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan /
media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut,
atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau
menggambarkannya di papan tulis ,kerena secara umum 10
siswa sudah melaksanakn dan mempraktekanya sehingga guru hanya menambahkan
materi materi yang di jarkan saja .
b. Adapun 10 sisiwa yang
jarang melakukan shalat dan puasa sunnah dan wajib ,alangkah baiknya
pembelajaran yang dilakukan cenderung dengan cara kinestetik ( belajar dengan
bergerak , bekerja ,dan menyentuh ) atau dengan cara praktek namun sebelum
mempraktekan cara shalat dan puasa ,alangkah baiknya memberikan pengertian
dahulu terhadap peserta didik tentang ganjaran ganjaran orang yang melakukan
ibadah tersebut ,sehingga model pembelajarannya bisa langsung menalar kepada
peserta didik, kerena bisa jadi peserta didik yang jarang mengerjakan shalat
belum bisa dan belum mengetahui ganjaran
orang orang yang melakukan ibadah tersebut ,sehingga peserta didik termotivasi
untuk melakukan ibadah tersebut dengan sungguh sungguh .
c. Adapun 15 siswa yang
belum mengerjakan shalat dan mendengarkan lagu lagu di HP ketika pembelajaran
berlangsung , sudah jelas bahawa gaya belajar siswa tersebut cenderung dengan
cara Auditory ( belajar dengan cara mendengar ) Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui
telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus
memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya
belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal
dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang
disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara
dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang
minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat
menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
[1] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi
pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 84
[2] Mudzakir Ahmad ,1997 ,Pisikologi
pendidikan untuk fakultas tarbiyah ,CV. Pustaka Setia , Hal 10
[3] Hamalik Oemar ,1992, Pisikologi
belajar dan mengajar ,CV Sinar baru Bandung , Hal 1
[4] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi
pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 122
[5]Ibid , hal 125
[6] Ahmad sutrisno ,2004, pisikologi
pendidikan , Gontor , Darussalam press
hal 22 - 23
[7] Purwanto m ngalim , 1990, pisikologi
pendidikan ,jakarta , Dapertemen pendidikan dan kebudayaan , hal 140-145
[8] Ahmad sutrisno ,2004, psikologi
pendidikan , Gontor , Darussalam press 72
[9] Syah Muhibbin ,2005, psikologi
belajar, jakarta , PT Raja Grafindo persada hal 117-119
[10] Hamalik Oemar ,1992, Pisikologi
belajar dan mengajar ,CV Sinar baru Bandung , Hal 8-10
[11] Romlah , 2010 , psikologi pendidikan , malang ,ummpress
, hal 115-116
[12] Thorin ,2005,Psikologi
pembelajaran pendidikan agama islam ,jakarta ,PT Raja Grafindo persada ,hal
48
[13] Uno, Hamzah B. 2012. Orientasi Baru dalam Psikologi
Pembelajaran. Jakarta. PT Bumi Aksara. Hal.181
Tidak ada komentar:
Posting Komentar